Mengenal RPO untuk Disaster Recovery Plan Bisnis Kamu!

Sobat Teknoproof com – Mengenal RPO untuk Disaster Recovery Plan Bisnis Kamu! Hai sobat teknoproof! Kita bakal bahas sesuatu yang penting buat bisnismu, yaitu RPO (Recovery Point Objective). Gak usah pake bahasa rumit ya, nanti aku jelaskan dengan bahasa yang santai. Simak terus!

RPO untuk Disaster Recovery Plan Bisnis Kamu

Apa Itu RPO?

Jadi, RPO itu adalah singkatan dari “Recovery Point Objective.” Kalau dijelaskan dengan sederhana, RPO ini menentukan seberapa jauh kamu siap ke belakang dalam mengembalikan data setelah terjadi bencana atau kerusakan sistem. Misalnya, kalau data kamu dicadangkan setiap jam, maka RPO kamu adalah satu jam.(sumber)

Kenapa RPO Penting?

Bisa jadi kamu mikir, “Ah, RPO mah nggak penting. Kan gak bakal ada bencana terus-menerus.” Tapi, sobat teknoproof, sebenarnya RPO ini sangat penting. Kenapa? Ini dia beberapa alasan:

  1. Keamanan Data: Dengan RPO yang tepat, kamu bisa pastikan data yang kamu punya gak bakal hilang terlalu jauh ke belakang. Bayangkan kalau data transaksi pelanggan hilang semua, bisnismu bisa kacau.
  2. Kepuasan Pelanggan: Kalau data pelanggan kamu hilang, mereka bisa marah dan mungkin pindah ke pesaing. Dengan RPO yang baik, kamu bisa menjaga pelanggan tetap puas.
  3. Ketertiban: RPO membantu kamu dalam mengatur prioritas backup data. Data yang paling penting bisa dicadangkan lebih sering dibandingkan yang tidak terlalu penting.

Bagaimana Menghitung RPO?

Oke, sekarang kita bicara tentang gimana caranya menghitung RPO. Gampang kok, gak perlu jadi ilmuwan rakit roket.

  1. Identifikasi Data Kritis: Pertama, kamu harus tahu data apa yang paling penting buat bisnismu. Misalnya, data transaksi, basis data pelanggan, atau dokumen kontrak.
  2. Tentukan Frekuensi Backup: Selanjutnya, tentukan seberapa sering kamu harus mencadangkan data tersebut. Apakah setiap jam, setiap hari, atau setiap minggu?
  3. Hitung Jarak Waktu: Nah, sekarang kamu tinggal menghitung jarak waktu antara pencadangan data. Misalnya, kalau kamu mencadangkan data setiap jam, RPO kamu adalah satu jam.
Baca Juga:  Teknologi Informasi dan Kesehatan

Cara Menurunkan RPO

Sobat teknoproof, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan RPO, artinya menjaga data kamu lebih up to date:

1. Backup Otomatis

Gunakan sistem pencadangan otomatis yang bisa mencadangkan data secara teratur tanpa harus kamu lakukan manual. Jadi, kamu nggak akan terlambat.

2. Deteksi Cepat

Gunakan sistem yang bisa mendeteksi masalah dengan cepat, seperti kerusakan hardware atau serangan malware. Semakin cepat kamu tahu masalahnya, semakin sedikit data yang bisa hilang.

3. Cadangkan Data yang Sering Berubah

Data yang sering berubah, seperti data transaksi, sebaiknya dicadangkan lebih sering daripada data yang jarang berubah.

4. Multiple Backup

Pikirkan untuk mencadangkan data ke beberapa lokasi fisik atau cloud yang berbeda. Jadi, jika satu tempat bermasalah, data masih aman di tempat lain.

Kesimpulan

Jadi, sobat teknoproof, RPO itu adalah seberapa jauh kamu siap ke belakang dalam mengembalikan data setelah terjadi bencana atau kerusakan sistem. Ini penting buat menjaga keamanan data, kepuasan pelanggan, dan ketertiban dalam bisnismu.

Menghitung RPO gak susah, yang penting kamu tahu data apa yang penting dan berapa sering kamu harus mencadangkannya. Dan ingat, ada cara-cara untuk menurunkan RPO agar data kamu semakin aman.

Jadi, jangan remehkan RPO ya, sobat teknoproof! Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu yang lagi mencari tahu tentang RPO dan bagaimana menggunakannya dalam rencana pemulihan bencana bisnismu. Terima kasih sudah membaca!

Baca Juga:  RPO : Solusi Efektif untuk Outsourcing Proses Rekrutmen